Bandarkarima

Perguruan Seni Pencak

Elang yang Hilang

Elang yg Hilang

Dalam kurun waktu menjelang 44 tahun, Bandarkarima telah melalui berbagai peristiwa yang penuh warna. Mulai dari friksi dengan beberapa perguruan beladiri lainnya seperti BKC, Tadjimalela, dan Benjang. Kampanye mengucapkan assalamu 'alaikum di kalangan anak muda Bandung di era 70an. Penyelenggaraan Bandarkarima Raya, turnamen terbuka untuk seluruh aliran beladiri di Bandung. Pendirian Sasana Anak Bandung, yang melahirkan petinju Alfaridzi dan Arief Almahdi. Peristiwa "duel" antara jawara Teknik Sipil dengan Teknik Geologi di lapangan bola ITB. Dan masih banyak lagi warna warni yang menghiasi jalan Bandarkarima. Sampai dengan sekarang, Bandarkarima tidak pernah masuk ke dalam IPSI.

Metode pelatihan Bandarkarima terkenal sangat keras. Latihan Swasaran memaksa setiap murid untuk mampu melampaui batas fatigue raga manusia agar masuk dalam ranah olah bathin untuk mencapai level kemampuan yg lebih tinggi. Latihan Pembajaan Diri merupakan momen pembuktian alangkah sedikitnya pengetahuan kita tentang kemampuan diri sendiri.

Semuanya dilaksanakan secara sistematis untuk menempa setiap anak didik Bandarkarima menjadi seorang pendekar yg mengemban misi memimpin setiap usaha amar ma'ruf nahi munkar. Setiap anak Bandarkarima digempleng untuk menjadi seekor burung elang yang terbang dengan gagah menembus awan, bukan sekumpulan burung pipit yang terbang kesana kemari tanpa tujuan.

 

 

Sejarah Bandarkarima membuktikan elang-elang itu berhasil menggapai bintang di setiap lini kehidupan... ada yang menjadi Dirut BUMN, Jenderal bintang tiga, salah satu orang terkaya di Indonesia... dan masih banyak lagi pencapaian duniawi lainnya.

Sayang seribu kali sayang... sang elang mengangkasa sendirian... meninggalkan Bandarkarima tertatih menempuh perjalanan panjang. Sang guru, Bpk. HM Yosis Siswoyo, sudah sangat bahagia saat menerima sepucuk surat dari muridnya yg sedang menjalani pendidikan AKABRI 40an tahun silam: " Terima kasih kang Yosis, tanpa latihan Bandarkarima saya tidak akan mampu melalui pendidikan di sini..."

Dirgahayu PSP Bandarkarima...