Bandarkarima

Perguruan Seni Pencak

Silat for Life

Kaitan Pencak Silat dan Kehidupan Profesi

Filosofi mendasar yang penulis ambil dari pencak silat adalah prinsip-prinsip:

Benar, Berani dan Bisa – selalu dalam keadaan berusaha berfikir dan berbuat yang benar (Think and do the right things right at the right beginning to the right people and right time at the right place….Thinking and doing it better each year) – berani dan percaya diri akan kemampuan diri sendiri (with calm and confidence – half of the battle is won) serta bisa/mampu laksana.

Setiap manusia dan sistem mempunyai kelemahan dan keterbatasan (there is no perfect human being and system in the world)

Manajemen waktu (time management) memang penting, namun pemberdayaan waktu (time empowering) lebih utama

Semua ilmu memang bagus dan baik, namun tujuan penggunaannya lebih penting dan manfaat

Belajar berkelahi (pencak silat) agar untuk tidak berkelahi, namun tujuan tercapai (beunang laukna herang caina) – learn to fight wihout fighting but getting the optimum results.

Terima kasih, semoga bermanfaat

Dipresentasikan dalam seminar "Silat untuk Kehidupan" oleh:

Dr. Dody Firmanda, Sp.A, MA

Ketua Dewan Pembina Perguruan Pencak Silat Ajirasa Sabandar Kari Madi

Pengurus PERSILAT 2011

Ketua Komite Medik, RSUP Fatmawati Jakarta

Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUP Fatmawati Jakarta

Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia

 

Seminar Silat

 

Koreografi Silat

Diskusi Bulan Maret 2011

Alhamdulillah diskusi bulanan sahabat silat telah terlaksana dengan baik pada hari Sabtu tgl. 26 Maret 2011 kemarin di Gedung PERSILAT, Padepokan Pencak Silat TMII... (walau dalam persiapannya harus sport jantung dan jungkir balik seperti biasa... hehehe)


Sesi pertama diisi dengan diskusi pertunjukan pencak silat di layar kaca.

Mas Kumoro Hadi, Executive Producer TV7, memaparkan aturan main yang umum berlaku di pertelevisian tentang keberadaan suatu acara... mulai dari rating, sharing, penetapan jam tayang dan target viewer.

Mas Bama, dari Production House yang membuat episode Pendekar, memaparkan pengalaman mereka memproduksi Pendekar sampai dengan 12 Episode. Tidak adanya koreografi gerak pada silat tradisional menyulitkan cameraman untuk menangkap gambar secara detail, sehingga keunikan masing-masing perguruan tidak terlihat di layar kaca. Diskusi berlangsung hangat dan semakin panas saat Dara, host acara Pendekar bergabung
.

 

Read more...